Connect with us

KOTA BITUNG

Wali Kota Bitung Berterima Kasih kepada DPRD 2014-2019

Published

on

Kolaborasi positif sebagaimana yang sudah ditunjukkan selama ini bisa tercipta dan terjaga bagi Pemkot Bitung dan DPRD Kota Bitung periode 2019-2024.

Sulutraya.com, Manado – Wali Kota Bitung Maxmiliaan Lomban menyampaikan terima kasih kepada anggota legislatif masa jabatan 2014 – 2019 didaerah itu karena telah berkolaborasi positif bersama – sama dengan pemerintah maupun masyarakat Kota Bitung.

“Sehingga dapat terlihat dari berbagai kemajuan dan prestasi di kota ini,” kata Lomban pada rapat paripurna DPRD Kota Bitung dalam rangka pengucapan sumpah, janji anggota DPRD Kota Bitung, Senin (12/8/2019).

Bagi anggota legislatif terpilih periode 2019 – 2024, Lomban menyampaikan untuk boleh mencontoh kinerja sudah ditunjukkan anggota legislatif lama, bahkan ditingkatkan guna hasil yang lebih baik lagi ke depan.

“Banyak hal yang menjadi indikator tentang keberhasilan pemerintah dalam membangun kota ini, tetapi itu sia – sia bila tidak ditunjang oleh legislatif,” ujarnya.

Lomban berharap kolaborasi positif sebagaimana yang sudah ditunjukkan selama ini bisa tercipta dan terjaga bagi Pemkot Bitung dan DPRD Kota Bitung periode 2019 – 2024.

“Selamat bertugas kepada anggota legislatif yang baru untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita menjadikan Kota Bitung yang aman, tentram dan sejahtera,”katanya.

Pelaksanaan rapat paripurna tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bitung Audy Pangemanan, para asisten beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah, unsur Forkopimda Kota Bitung, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan instansi terkait lainnya. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

FINANSIAL

Kemenkeu Beri Penghargaan WTP Kota Bitung

Published

on

Pemerintah Kota Bitung kembali meraih penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia atas penyusunan dan laporan keuangan tahun 2018 dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Sulutraya.com, Manado – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia memberikan penghargaan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) tahun 2018 yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sulut olly Dondokambey kepada Wali Kota Bitung Maximiliaan J Lomban.

“WTP atas Laporan Keuangan 2018, Pemerintah Kota Bitung diganjar penghargaan Kementerian Keuangan RI,” kata Lomban di Bitung, Selasa (26/11/2019).

Pemerintah Kota Bitung kembali meraih penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia atas penyusunan dan laporan keuangan tahun 2018 dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Penghargaan yang diterima ini, katanya, adalah bentuk apresiasi Pemerintah Pusat atas keberhasilan Pemerintah Kota Bitung dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Daerah dengan capaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2018.

Pada kesempatan tersebut, Lomban menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Pusat atas penghargaan yang diberikan.

“Tentu juga tidak terlepas dari kerja sama yang baik dari seluruh perangkat daerah Kota Bitung,” katanya.

Untuk itu, dirinya mengucapkan terima kasih kepada segenap jajaran Pemerintah Kota Bitung yang sudah bekerja dengan baik.

Lomban juga mengingatkan kepada kepala OPD bahwa penghargaan ini jangan sampai membuat kita lengah.

“Kita harus pertahankan predikat WTP ini dan tingkatkan lagi dengan prestasi-prestasi yang lain,” tandasnya. (jmd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA BITUNG

Bitung Terima Penghargaan Kota Layak Pemuda

Published

on

Anugerah kepemudaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap pemuda, yang telah menunjukkan dedikasi kepada bangsa Indonesia, serta kabupaten/kota yang mengapresiasi para pemudanya.

Sulutraya.com, Manado – Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara, menerima penghargaan Kota Layak Pemuda, dalam acara pemberian Anugerah Kepemudaan 2019 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

“Penghargaan ini dinilai memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk kegiatan kepemudaan serta menunjang pembangunan fasilitas kepemudaan,” kata Wali Kota Bitung Max Lomban di Manado, Rabu (30/10/2019).

Apalagi, katanya, anugerah kepemudaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap pemuda, yang telah menunjukkan dedikasi kepada bangsa Indonesia, serta kabupaten/kota yang mengapresiasi para pemudanya.

Dia memgatakan para pemuda yang yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi, dalam kemajuan bangsa, sangat layak untuk diberikan penghargaan, juga untuk memberikan apresiasi kepada kabupaten dan kota, yang memberikan fasilitas tumbuh kembangnya kreatifitas inovasi dan daya saing kepemudaan dalam apresiasi kota dan kabupaten, layak pemuda.

Wali Kota Bitung, Max J Lomban SE MSi, menerima penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama, bersama 9 kabupaten/kota lainnya di seluruh Indonesia dan diserahkan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainuddin Amali.

“Terima kasih kepada seluruh warga Kota Bitung, khususnya para pemuda, yang telah berperan aktif sehingga prestasi ini bisa dicapai, ke depannya kegiatan pemuda akan terus dibantu Pemerintah Kota Bitung,” ujar Lomban.

Malam Anugerah Kepemudaan 2019 tersebut diisi juga dengan pemberian penghargaan kepada Pemuda Pelopor Tingkat Nasional, Wirausaha Muda Pemula Berprestasi, dan Penggerak Wirausaha Muda, Pemuda Hebat Internasional. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA BITUNG

Pemkot Bitung dan Pencegahan Perdagangan Ilegal Satwa Liar

Published

on

Pelatihan bagi anggota Satgas ditujukan untuk untuk meningkatkan kapasitas anggota Satgas Bitung dalam melakukan identifikasi satwa liar yang dilindungi.

Sulutraya.com, Manado – Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung terus meningkatkan pencegahan perdagangan ilegal satwa liar di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Untuk mendorong hal tersebut ada tiga terobosan satuan tugas Bitung untuk cegah dan atasi perdagangan Ilegal satwa liar di daerah tersebut,” kata Wali Kota Bitung Max Lomban di Manado, Rabu (23/10/2019).

Satgas Perlindungan dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar Kota Bitung (Satgas Bitung) yang dibina langsung oleh Maximiliaan Jonas Lomban Wali Kota Bitung membuat tiga terobosan yang menjadi tonggak utama serta menggemakan komitmen Pemda Bitung dalam upaya mencegah penyeludupan dan perdagangan ilegal satwa liar di Kota Bitung.

Tiga terobosan tersebut adalah peluncuran resmi himbauan dan kampanye peningkatan kesadaran kepada masyarakat tindak pidana satwa liar melalui tayangan videotron, Pelatihan Bagi Satuan Tugas Perlindungan dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar Kota Bitung dalam Penanganan Tindak Pidana Satwa Liar yang Dilindungi, dan penyusunan dokumen rencana tindak lanjut penguatan penegakan hukum satwa liar yang akan dilakukan.

Peluncuran imbauan dan kampanye melalui tayangan videotron tersebut sekaligus menandai dibukanya Pelatihan Bagi Satuan Tugas Perlindungan dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar Kota Bitung dalam Penanganan Tindak Pidana Satwa Liar yang Dilindungi.

Pelatihan ini adalah terobosan kedua yang dilakukan oleh Satgas Bitung. Pelatihan yang dimulai pada hari ini sampai dengan tanggal 24 Oktober diikuti oleh 27 peserta yang berasal dari 14 instansi daerah Kota Bitung yang sekaligus merupakan anggota Satgas.

Satgas Bitung secara resmi dibentuk pada tanggal 27 Oktober 2017, melalui Keputusan Walikota Bitung Nomor 188.45/HKM/SK/245/2017 tentang Pembentukan Satuan Tugas Perlindungan dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar di Kota Bitung.

Dia mengatakan Satgas Bitung merupakan gabungan dari 15 instansi daerah yang bertugas di bidang pengawasan, konservasi serta penegakan hukum, juga beranggotakan empat lembaga konservasi, dua BUMN bidang perhubungan dan terakhir kecamatan se-Kota Bitung.

Lomban menyatakan bahwa peluncuran himbauan tersebut dan pelaksanaan pelatihan ini merupakan bentuk nyata komitmen Satgas Bitung untuk melindungi keberlangsungan satwa liar di habitatnya.

“Imbauan ini sangat penting untuk menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap kekayaan keanekaragaman hayati yang berada di sekitarnya. Melalui himbauan pada tayangan tersebut, masyarakat mengetahui bahwa pemerintah daerah melalui Satgas Bitung terus berupaya melakukan gebrakan inovatif untuk menjaga agar jangan sampai terjadi perdagangan ilegal satwa liar, termasuk upaya penyelundupan melalui pelabuhan,” katanya.

Peluncuran ini juga menjadi momentum penyelenggaraan pengembangan kapasitas yang pertama kali diikuti oleh seluruh anggota Satgas.

Tayangan imbauan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melaksanakan kontrol sosial terhadap tindak pidana satwa liar. Peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana satwa liar dapat diwujudkan dengan tidak mengkonsumsi dan memelihara satwa liar dilindungi, menjaga etika ketika berkunjung ke kawasan konservasi, dan turut memberikan data atau informasi tindak pidana satwa liar kepada aparat penegak hukum.

Pelatihan bagi anggota Satgas ditujukan untuk untuk meningkatkan kapasitas anggota Satgas Bitung dalam melakukan identifikasi satwa liar yang dilindungi dan mendeteksi tindak pidana satwa liar di wilayah Kota Bitung.

Dalam pelatihan ini anggota Satgas Bitung akan menyusun dokumen rencana aksi (action plan) penguatan penegakan hukum satwa liar yang akan dilakukan bersama-sama ke depannya. Rencana aksi adalah terobosan ketiga yang menjadi kerangka kerja sekaligus membantu mendukung kinerja Satgas Bitung.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara (BKSDA) Noel Layuk Allo mengapresiasi serangkaian terobosan yang dilakukan Satgas Bitung.

“Ketiga terobosan ini menjadi contoh kolaborasi yang baik oleh semua pihak dalam meningkatkan upaya konservasi di Sulawesi Utara, khususnya kota Bitung. Tentu saja kami mengharapkan kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang,” katanya.

Rencana tindak lanjut (action plan) yang akan dihasilkan dalam pelatihan ini akan menjadi basis untuk menjaga sinergi upaya konservasi dan penegakan hukum selanjutnya.

BKSDA sendiri telah bekerjasama dengan mitra melakukan kegiatan mitigasi dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat atas keberadaan keanekaragaman hayati di Sulawesi Utara sehingga tidak hanya alam yang terjaga dengan baik, tetapi juga terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap imbauan resmi melalui tayangan videotron dan pelatihan ini menginspirasi semua elemen masyarakat untuk menjadi bagian upaya pelestarian dan perlindungan satwa liar,” Dr Noviar Andayani, Country Director WCS Indonesia.

Pelatihan ini memperkuat basis efektivitas penegakan hukum kejahatan satwa liar. Sebagai kota yang menjadi salah satu gerbang terpenting Indonesia, Bitung dapat menjadi model kolaborasi multi-pihak untuk menghentikan penyeludupan satwa liar kebanggaan Indonesia ke luar negeri, serta mencegah masuknya spesies invasif yang dapat mengancam keberadaan spesies asli Indonesia.

Sejak tahun 2017, Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) telah bekerjasama dengan pemerintah daerah Kota Bitung dalam pembentukan Satgas Bitung.

Dalam Keputusan Walikota di atas, WCS-IP menjadi salah satu dari empat lembaga masyarakat sipil yang bergabung sebagai anggota Satgas. WCS-IP telah mendukung peran pemerintah Indonesia di bidang konservasi selama lebih dari 20 tahun sedangkan untuk wilayah Sulawesi Utara telah berjalan selama satu dekade.

Bitung yang dikenal sebagai “Kota Serba Dimensi” karena memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan sejumlah spesies satwa liar yang unik.

Di antara spesies-spesies satwa unik tersebut, terdapat empat spesies satwa yang merupakan satwa kunci, yaitu monyet hitam Sulawesi atau yaki, anoa, maleo dan babirusa. Saat ini keberadaan satwa-satwa tersebut terus terancam karena diburu dan diperdagangkan secara ilegal.

Berdasarkan sejumlah riset, jumlah populasi yaki dalam 40 tahun terakhir mengalami penurunan sebesar 80 persen. Anoa dan maleo semakin sulit dijumpai. Sebagai kota yang memiliki pelabuhan terbesar di Sulawesi Utara, Bitung memiliki peran strategis untuk dapat memutus jalur penyeludupan satwa liar dari Indonesia Timur ke negara-negara tetangga, seperti Filipina, Thailand dan Hongkong. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending