Connect with us

KOTA MANADO

Siswa Perbatasan Bangga Jadi Peserta SMN

Published

on

Pelajar dari wilayah perbatasan Sulawesi Utara (Sulut) merasa senang dan bangga menjadi salah satu perwakilan pelajar Sulut yang mengikuti SMN di Jawa Tengah.

Sulutraya.com, Manado – Sejumlah pelajar dari wilayah perbatasan Sulawesi Utara (Sulut) merasa bangga terpilih menjadi peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang merupakan program Badan Usaha Milik Negara Hadir Untuk Negeri (BHUN).

Renatry Kantor pelajar SMA Negeri 1 Kabupaten Kepulauan Sitaro, di Manado, Selasa (13/8/2019) mengatakan merasa senang dan bangga menjadi salah satu perwakilan pelajar Sulut yang mengikuti SMN di Jawa Tengah.

“Banyak hal yang diperoleh dengan mengikuti kegiatan ini, seperti mendapatkan pengetahuan tentang nusantara, pengalaman baru serta teman baru,” katanya.

Ia menambahkan saat di Jawa Tengah nanti akan mengenalkan tentang Sulut kepada masyarakat di sana.

Ditha Agu pelajar SMA Negeri 1 Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud mengatakan merasa senang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti SMN yang dilaksanakan BUMN.

“Melalui kegiatan ini, saya dari Pulau Paling Utara Indonesia, bisa melihat budaya baru di daerah lain,” katanya.

Deby Latungamu pelajar SMA Negeri 1 Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe mengatakan tidak pernah terbayangkan untuk bisa ke Jawa Tengah sebagai peserta SMN dari Sulut.

“Saya tidak pernah terbayang sebelumnya,” katanya.

Ia mengatakan untuk itu kesempatan ini akan digunakan sebaik-baiknya dalam mengenalkan Sulut kepada masyarakat Jawa Tengah.

“Selain itu juga di sana bisa melihat dan mempelajari budaya masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

PIC dari Program SMN 2019 di Provinsi Sulut yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), sementara Co-PIC yakni PT Nindya Karya (Persero) (Nindya), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) dan Perum Damri.

SMN 2019 ini diikuti oleh 23 siswa yang berasal dari 15 kabupaten dan kota di Sulut, dan akan berangkat ke Jawa Tengah. (jmd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KOTA MANADO

Basarnas Manado Dukung Pemecahan Rekor Pembentangan Bendera

Published

on

Bantuan pengamanan dalam mendukung kegiatan itu dilakukan sejak Rabu (14/8/2019) saat pelaksanaan gladi resik.

Sulutraya.com, Manado – Basarnas Manado mendukung pelaksanaan kegiatan pembentangan bendera Merah Putih di bawah air yang dilaksanakan Kodam XIII Merdeka dan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), di Pantai Malalayang Manado, Kamis (15/8/2019).

Ketua Tim Basarnas Manado Dwi Oktavianus mengatakan dalam pelaksanaan kegiatan itu, Basarnas Manado ikut dalam melakukan pengamanan.

“Basarnas menurunkan sebanyak 12 personel dalam melakukan pengamanan dibantu dengan tiga buah perahu karet bermesin,” kata Dwi.

Ia menambahkan bantuan pengamanan dalam mendukung kegiatan itu dilakukan sejak Rabu (14/8/2019) saat pelaksanaan gladi resik.

“Sampai pada saat ini ikut terlibat, dan pada pelaksanaannya berjalan dengan lancar sesuai dengan petunjuk, tidak ada insiden dan lainnya,” katanya.

Kepala Basarnas Manado Gede Darmada mengatakan sudah menjadi tanggung jawab Basarnas dalam pengamanan untuk mengantisipasi apabila terjadi insiden atau membahayakan jiwa manusia.

Basarnas akan selalu hadir di tengah-tengah untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada semua orang yang melaksanakan aktifitas yang berisiko tinggi dan memerlukan keahlian pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan atau insiden yang membahayakan jiwa manusia.

“Basarnas siap untuk semua kalangan baik dari masyarakat, instansi pemerintah dan organisasi apabila diminta untuk pengamanan dalam melaksanakan kegiatan yang melibatkan orang banyak,” katanya.

Pembentangan bendera Merah Putih berukuran panjang 500 meter dan lebar enam meter di bawah air dilakukan Kodam XIII Merdeka di Pantai Malalayang Manado dalam menyambut HUT ke-74 Kemeredekaan RI. (jur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA MANADO

Gubernur Apresiasi Pembentangan Bendera Terbesar Pecahkan Rekor Muri

Published

on

Kegiatan pembentangan bendera terbesar di Pantai Malalayang Manado, Kamis (15/8/2019).

Sulutraya.com, Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey memberikan apresiasi pelaksanaan pembentangan bendera Merah Putih terbesar di bawah air dilakukan Kodam XIII Merdeka, dan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Sulut mengucapkan terima kasih kepada Kodam XIII Merdeka yang sudah melaksanakan pembentangan bendera Merah Putih di bawah laut,” kata Olly pada kegiatan pembentangan bendera terbesar di Pantai Malalayang Manado, Kamis (15/8/22019).

Ia menambahkan terma kasih kepada Pangdam XIII Merdeka dan seluruh jajaran yang sudah berinisiatif melaksanakan acara pengibaran bendera sepanjang 500 meter di bawah laut dan ini menjadi catatan bagi kita semua.

“Ini tentunya satu kebanggaan bagi kita, acara ini untuk membawa dampak yang sangat baik. Ini tentunya berdampak secara luas bagi pariwisata di Sulut,” katanya.

Ia mengatakan memberi dukungan terhadap kegiatan yang terus dilaksanakan Kodam XIII Merdeka.

“Mudah-mudahan kegiatan yang terus dilaksanakan dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi Sulut, terwujud,”katanya.

Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang mengatakan mengapresiasi kegiatan “Selam Kebangsaan” ini, selain sebagai sarana komunikasi sosial dengan warga masyarakat Kota Manado, pembentangan bendera Merah Putih raksasa di dasar laut ini juga dimaksudkan untuk memasyarakatkan olahraga selam.

“Sangat mengapresiasi langkah panitia penyelenggara yang telah berupaya keras untuk mewujudkan kegiatan “Serbuan Teritorial” berupa acara Selam Kebangsaan ini, juga kepada seluruh pihak terkait yang berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini,” katanya.

Lebih lanjut Panglima mengajak seluruh warga untuk memajukan bangsa ini dengan mewujudkan misi SDM Unggul Indonesia Maju yang menjadi tema peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Negara Indonesia tahun ini,

“Melalui kegiatan Selam Kebangsaan Pembentangan Bendera Merah Putih Raksasa di Dasar Laut Pantai Malalayang Kota Manado, mari kita renungkan bersama jerih payah para pahlawan pendahulu bangsa”, kata Pangdam.

Kegiatan selam dengan pembentangan bendera Merah Putih dengan panjang 500 meter dan lebar enam meter yang dilaksanakan di Pantai Malalayang Manado dalam rangka menyambut HUT ke-74 Kemerdekaan RI. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA MANADO

Wagub Optimistis 2,6 Juta Warga Sulut di Lindungi JKN-KIS

Published

on

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw.

Sulutraya.com, Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw optimistis 2,6 juta warga Sulut bisa dilindungi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Walau fiskal kita menengah, kita harus bantu membayar premi mereka seperti Kabupaten Minahasa di mana pemprov harus membantu sekitar Rp20 miliar rupiah dari APBD sehingga penduduknya yang sekitar 375 ribu jiwa terkaver JKN-KIS,” ujar dia di Manado, Kamis (15/8/2019).

Upaya serupa, lanjut dia, sebagaimana harapan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dapat diwujudkan hingga ke kabupaten dan kota lainnya.

Wagub Steven menerangkan tiga besar penyakit yang dialami banyak masyarakat di provinsi itu, yaitu hipertensi, diabetes, dan obesitas.

“Kalau kita ke rumah sakit saya terenyuh melihat banyak yang cuci darah ini menandakan penetrasi penanggulangan kesehatan kita musti diubah, imbauan gerakan masyarakat sehat harus digalakkan,” kata dia.

Menurut dia, penanganan kesehatan dari hulu menjadi penting dan diupayakan dapat dimasukkan dalam dana desa melalui salah satu variabel kegiatan, yaitu sosialisasi tentang pola hidup bersih dan sehat.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah melalui instansi yang terkait memiliki kewajiban dalam mengawasi, mengendalikan keamanan, kemanfaatan serta mutu obat dan makanan yang beredar di masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjut dia, optimistis mampu mewujudkan pelayanan kesehatan secara optimal bagi seluruh masyarakat.

Upaya untuk mewujudkan hal itu, kata dia, tak hanya menjadi tugas pemerintah, akan tetapi harus ada sinergi antara masyarakat dan pemerintah sesuai undang undang yang mengalokasikan 10 persen dari total anggaran untuk kesehatan.

“Itu tidak bisa ditawar-tawar,” kata dia. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending