Connect with us

KOTA MANADO

Roti Kukus Khas Ramadhan Kampung Arab Manado

Published

on

Roti kukus menjadi sajian khas yang paling dicari setiap kali datang bulan Ramadhan, di Kampung Arab, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Sulutraya.com, Manado – Roti kukus menjadi sajian khas yang paling dicari setiap kali datang bulan Ramadhan, di Kampung Arab, Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Roti kukus hanya ada dan dijual setiap bulan Ramadhan, itu pun cuma di Kampung Arab, Kelurahan Istiqlal, Wenang, tetapi dicari warga muslim seluruh Manado,” kata Hamzah, pedagang roti kukus, di Kampung Arab, Istiqlal, Manado, Selasa (22/5/2018).

Dia mengatakan, roti kukus adalah makanan yang sudah lama ada dan menjadi hidangan spesial di saat Ramadhan yang disantap saat berbuka puasa karena rasanya yang lezat dan menggugah selera.

“Setiap puasa selalu menjadi hidangan wajib yang disediakan oleh setiap rumah penduduk Kampung Arab, setelah puasa tidak ada lagi yang memproduksi maupun menjualnya,” katanya pula.

Menurutnya, semenjak mulai berdagang jajanan puasa, pada bulan Ramadhan, roti kukus ikut menjadi jajanan yang dijual dan ternyata jadi favorit orang yang selalu datang dari berbagai penjuru Kota Manado hanya untuk membeli kue lezat itu.

“Kalau mau beli roti kukus, cuma bisa di saat bulan puasa, kalau bulan lain tidak ada, dan itu pun hanya orang-orang di Kampung Arab yang membuatnya,” kata Hamzah lagi.

Dia mengatakan, roti kukus terbuat dari tepung, telur, kemudian isinya merupakan campuran mi soun, cakalang suwir, dan bahan kulitnya hampir mirip lumpia serta isinya digulung lalu dikukus.

Setelah dikukus tidak lama, katanya, baru disiram dengan santan dan bawang goreng serta pandan dan disajikan, rasanya gurih dan nikmat, sebab merupakan campuran berbagai bahan alami yang nikmat.

Menurut Hamzah, sekarang roti kukus bisa ditemukan di warung-warung takjil, dengan harga Rp2.500 per buah dan bisa dinikmati ketika berbuka puasa.

Seorang pembeli roti kukus dari Bumi Beringin, Etwin mengaku senang menikmati sajian tersebut sebab rasanya gurih dan hanya bisa dibeli setahun sekali.

“Itu pun hanya saat puasa, jadi saya selalu menyempatkan diri mencarinya sampai ke Kampung Arab di Kelurahan Istiqlal, untuk membeli dan menikmatinya bersama keluarga, sebab enak sekali rasanya,” katanya pula. (joy)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KOTA MANADO

Wagub : Potensi Bencana Sulut Lengkap

Published

on

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw.

Sulutraya.com, Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw pada Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana mengatakan, potensi bencana di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) lengkap.

“Secara umum wilayah Indonesia rawan bencana karena dilalui ring of fire termasuk Sulut. Potensi bencana kita lengkap, tektonik, vulkanik, banjir dan tsunami. Namun kita juga diberi kemampuan oleh Tuhan untuk hidup dalam segala hal termasuk menghadapi bencana,” kata Kandouw di Manado, Selasa (21/1/2020).

Wagub Kandouw kemudian mengingatkan pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada seluruh pemerintah provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia agar selalu siaga menghadapi bencana tanah longsor dan banjir serta potensi cuaca ekstrem.

“Surat Mendagri meminta seluruh pemerintah daerah harus siaga bencana,” ujarnya.

Menurut dia, rakor penanganan bencana yang dilaksanakan saat ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat Sulut.

“Rakor ini adalah bukti kehadiran pemerintah. Apalagi kalau kita di lapangan betul-betul melaksanakan penanganan bencana. Selain itu, pelatihan bencana dilakukan rutin, dan masyarakat harus selalu dilatih menangani bencana,” katanya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menambahkan, Mendagri juga mengingatkan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana, di antaranya menyiagakan seluruh aparatur pemerintah daerah dan mengkoordinasikan dengan TNI, Polri, instansi vertikal di daerah dan relawan siaga bencana serta unsur masyarakat lainnya.

Di samping itu, menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam rangka siaga banjir dan longsor dan risiko akibat bencana lainnya.

Kemudian mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang cukup dan siap digunakan setiap saat dalam keadaan darurat bencana dan menyebarluaskan informasi potensi bencana kepada masyarakat setempat melalui berbagai saluran informasi seluas-luasnya.

“Gubernur Olly Dondokambey juga berharap pemerintah dan rakyat siap menghadapi bencana dari sisi personel, peralatan dan logistik,” ujarnya.

Rakor penanganan darurat bencana turut dihadiri Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Djarwansyah dan Kepala BPBD Sulut Joy Oroh. (kap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA MANADO

Kapolda Pimpin Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi Dikbang

Published

on

Pengambilan sumpah dan penandatanganan tersebut diikuti panitia, pengawas maupun peserta seleksi Dikbang meliputi Sespimmen, Sespimma dan SIP TA 2020 yang dilaksanakan di SPN Polda Sulut.

Sulutraya.com, Manado – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto memimpin pengambilan sumpah dan penandatangan pakta integritas dalam pelaksanaan seleksi Pendidikan Pengembangan (Dikbang) Polri pada Kepolisian Daerah tersebut, di Manado, Senin (20/1/2020).

Pengambilan sumpah dan penandatanganan tersebut diikuti panitia, pengawas maupun peserta seleksi Dikbang meliputi Sespimmen, Sespimma dan SIP TA 2020 yang dilaksanakan di SPN Polda Sulut.

Kapolda mengatakan dalam proses seleksi ini jangan coba-coba dengan paradigma lama, coba mendekati panitia.

“Sudah tidak zamannya lagi. Jika ada yang mencoba mendekati panitia, saya akan diskualifikasi,” kata Kapolda.

Ia menambahkan begitupun kepada seluruh pejabat utama, kalau mendapatkan titipan dari para peserta, maka peserta tersebut harus didiskualifikasi, karena sudah melanggar sumpah tadi.

Hadir pada saat itu, Wakapolda Brigjen Pol Tabana Bangun, para pejabat utama Polda dan para Kapolresta, Kapolres jajaran.

Data dari Biro SDM Polda Sulut, jumlah peserta seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) sebanyak 759 peserta terdiri Polki 725 dan Polwan 34.

Kemudian seleksi Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) sebanyak tujuh orang terdiri Polki lima dan Polwan dua serta seleksi Sekolah dan Staf Pimpinan Menengah (Sespimmen) sebanyak lima orang.

Kabid Humas Kombes Pol Jules Abast mengatakan para peserta nantinya akan memulai tahapan tes, dan mendapat pengawasan ketat dari pengawas, baik internal dari Propam dan Itwasda, maupun eksternal dari LSM.

“Proses seleksi ini, baik untuk calon Perwira SIP maupun Sespimma dan Sespimmen, dilaksanakan dengan prinsip ‘Betah’ yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis,” katanya. (jmd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA MANADO

BKKBN-Dinkes Sulut Bersinergi Tekan Angka “Stunting”

Published

on

Stunting, adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

Sulutraya.com, Manado – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara (Sulut), Diano Tino Tandaju mengatakan, pihaknya akan bersinergi dengan dinas kesehatan (dinkes) menekan angka penyakit “stunting” (fisik kerdil).

“Penyakit ini terkait dengan masalah utama yaitu gizi, nah kita bekerja sama dengan dinkes terkait bagaimana menurunkan angka stunting ini,” sebut Diano di Manado, Minggu (19/1/2020).

Masalah fisik kerdil, sebut dia sekarang ini lagi menjadi tren di Indonesia, dan bukan hanya di Sulut.

“Di beberapa tempat di Indonesia ditemukan kasus ini, bahkan tinggi, di kita (Sulut) juga ditemukan. Soal angka pastinya berapa banyak kasus kami masih sementara mengidentifikasinya, tapi di Sulut ada,” sebutnya.

Dia mencontohkan ketika bersama-sama dengan TNI melakukan kunjungan ke Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

“Saya melihat sendiri bagaimana kondisi penderita stunting ini. Kondisinya bukan hanya secara fisik pendek, tapi juga lemah,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Diano selain bekerja sama dengan dinkes provinsi maupun kabupaten yang memiliki kasus stunting ini, BKKBN akan masuk melalui kampanye atau sosialisasi.

“Memperhatikan asupan gizi bagi ibu-ibu hamil maupun ketika bayi lahir menjadi hal penting yang harus dilakukan. Kita terus melakukan sosialisasi agar menumbuhkan kesadaran,” tambahnya. (kap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending