Connect with us

HUKUM

Polres Proses Hukum Pejabat Pemkab Minahasa Tenggara

Published

on

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Selatan, AKBP Winardi Prabowo.

Sulutraya.com, Minahasa Tenggara – Kepala Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Selatan AKBP Winardi Prabowo mengungkapkan saat ini pihaknya sedang melakukan proses hukum terhadap dua orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara.

“Saat ini kami sedang melakukan proses hukum terhadap dua orang pejabat Pemkab Minahasa Tenggara, dengan kasus tindak pidana Pilkada, dan tindak pidana umum,” ujarnya di Ratahan, Senin (21/5/2018).

Kedua oknum pejabat tersebut berinisial HT Kepala Bagian Perekonomian Sekreriat Daerah dengan kasus ketidak netralan Aparat Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada.

“Sedangkan satunya lagi merupakan oknum Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, yang dilaporkan telah melakukan pengrusakan terhadap baliho pendukung kolom kosong,” katanya.

Dia mengungkapkan proses hukum tersebut akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku terkait dengan pelanggaran Pilkada, maupun pidana umum.

“Kedua kasus ini akan kami tangani secara serius. Kamu sudah periksa para saksi, termasuk saksi ahli. Semuanya akan kami proses namun memang ada konsekuensi waktu,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Robby Ngongoloy mengungkapkan, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang dijalani oleh dua oknum pejabat.

“Tentunya kami menghormati proses hukum yang berjalan. Kami juga akan memberikan pendampingan hukum bagi Keuda oknum pejabat tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan proses penyelenggaraan pemerintahan di kedua instansi dan bagian tugas tersebut tidak terganggu dengan pemeriksaan para pejabat tersebut. (aik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

HUKUM

Pemprov Sulut Perkuat Pengendalian Gratifikasi

Published

on

Sekretaris Daerah Pemprov Sulut Edwin Silangen.

Sulutraya.com, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperkuat peran mengendalikan praktik gratifikasi jajarannya, kata Sekretaris Daerah Pemprov Sulut Edwin Silangen, Senin (3/9/2018).

“Kami terus melakukan sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi,” kata Sekdaprov Silangen, di Manado.

Sosialisasi pergub itu penting dilakukan karena akan menjadi pedoman pengendalian gratifikasi sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Menurut dia, setiap gratifikasi kepada aparatur sipil negara dianggap pemberian suap apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Hanya saja, tidak dikategorikan gratifikasi apabila penerima melaporkan yang diterimanya kepada KPK paling lambat 30 hari kerja terhitung sejak tanggal diterima.

KPK, lanjut dia, akan menentukan pemberian itu dapat diterima atau harus dikembalikan oleh penerima gratifikasi.

“Semua penerimaan baik berbentuk uang atau barang yang nilainya di atas satu juta rupiah harus segera dilaporkan,” ujar Silangen.

Silangen berharap seluruh ASN Pemprov Sulut memahami sepenuhnya Pergub Nomor 22 Tahun 2018 yang ditandatangani Gubernur Olly Dondokambey SE pada tanggal 15 Agustus 2018 itu.

Pengendalian gratifikasi dapat berjalan efektif, menurut dia, memerlukan keserasian sikap dan pola tindak serta mampu diimplementasikan semua jajaran Pemprov Sulut.

Pasal 11 Pergub tersebut menyebutkan setiap ASN wajib melaporkan setiap penerimaan gratifikasi kepada KPK atau melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) yang berkedudukan di kantor Inspektorat setempat sejak tanggal diterima uang dan barang.

UPG wajib menyampaikan laporan gratifikasi kepada KPK atau melalui website KPK paling lambat 14 hari kerja.

“Jika dilihat dari aspek strategi pemberantasan korupsi, ketentuan tentang gratifikasi sesungguhnya berada pada dua ranah sekaligus yang tidak hanya dari aspek penindakan, akan tetapi memiliki dimensi pencegahan yang kuat,” ujarnya pula. (bud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

OJK Imbau Investor Tidak Panik

Published

on

Suasana setelah kejadian aksi bom yang terjadi disejumlah tempat di Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Sulutraya.com, Manado – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo Maluku Utara (Sulutgomalut) Elyanus Pongsoda mengimbau investor di daerah tersebut tidak panik dengan adanya aksi bom Surabaya.

“Aksi teror bom Surabaya tidak akan berdampak signifikan pada pasar saham,” kata Elyanus di Manado, Selasa (15/5/2018).

Sehingga, katanya, investor tetap tenang sambil tetap mencermati perkembangan lebih lanjut.

“Saya kira sama dengan statemen Dirut BEI bahwa bom Surabaya tidak akan berdampak signifikan terhadap bursa saham dan sesuai data pagi tadi melemah di bawah satu persen,” jelasnya.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulut Fonny The mengatakan kendati terjadi pelemahan bursa saham namun tidak akan lama.

“Walaupun market ditutup melemah, namun BEI tetap optimis respon market akan kembali baik,” jelasnya.

Karena, katanya, fundamental perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan LQ45 masih baik sampai saat ini.

Dia menjelaskan rata-rata pendapatan meningkat 15,96 persen dan laba bersih meningkat 11,68 persen pada kuartal I 2018 dibanding kuartal I 2017.

Sementara kondisi pasar juga cukup stabil yang ditunjukkan dgn likuditas transaksi yang tinggi dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp 8,87 triliun meningkat sebesar 16,7 persen dibandingkan 2017. Dan frekuensi harian sebesar Rp387 ribu meningkat sebesar 23,7 persen dibandingkan 2017. (nlt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Tokoh Pemuda Sulut Dukung Polri Berantas Terorisme

Published

on

Suasana setelah ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) .

Sulutraya.com, Manado – Tokoh pemuda Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendukung Polri dalam memberantas aksi teroris bom Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

“Kami mendukung Polri dan pemerintah untuk memberantas terorisme,” kata Ketua Remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Tompaso di Manado, Selasa (15/5/2018).

Dia mengatakan sambil tetap terus menjaga kebersamaan dan tidak mengaitkan dengan isu agama.

“Mari menuruti imbauan para aparat dan tetap waspada,” jelasnya.

Ketua Remaja GMIM Kalawiran James Moray mengatakan negara harus bersikap tegas akan kasus bom Surabaya ini.

Dia megatakan mulai dari pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi sampai tingkat paling bawah di desa dan kelurahan juga seluruh rakyat Indonesia, bahwa teroris adalah musuh kita besama.

“Sama-sama kita berantas aksi teroris di NKRI,” jelasnya.

Tokoh pemuda Kakas Minahasa Juddy Maindoka mengatakan pihaknya berharap peningkatan pengamanan dari pihak berwajib, mengusut tuntas kasus ini.

“Sudah sangat perlu untuk kesiagaan penjagaan di rumah-rumah ibadah,” katanya.

Dia mengatakan tetap waspada dan jangan mudah terprovokasi.

Ledakan bom di Surabaya Minggu (13/5/2018) terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel pukul 07.30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB. Pada malam hari ledakan terjadi lagi di Sidoarjo dan keesokan hari di Polrestabes Surabaya, total korban tewas lebih 20 dan puluhan orang luka-luka. (nlt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending